Minggu, 21 Juli 2013

[REVIEW] Kopi Susu (Antara Jatuh Cinta dan Patah Hati)




Penulis : Annisa Reswara
Penerbit : Nulis buku (self publishing)
Tahun terbit : 2013
Halaman : 122 halaman

Saya memang tidak bisa menggambarkan sensasi kopi dengan baik. Tapi seperti kebanyakan orang mengatakan , "Life is like a cup of coffe". Iya, hidup ini layaknya kopi. Ada rasa manis sekaligus pahit yang memiliki sensasinya sendiri. (Morning Addict)

Jangan terlalu pahit, nanti akan terasa getir. Dan jangan terbuai oleh manisnya, bisa-bisa diabetes. (Morning Addict)

That's life. Jika terlalu berlarut-larut dalam masalah, awas, kita bisa gila. Tapi jika terlalu larut dalam manisnya dunia, awas keblablasan. Jadi make it balance.

Aku bertahan dengan rasa yang entah sejak kapan tersimpan di sudut hati paling dalam. Membuka mata, memulai napas panjang, menghirup udara pagi, menyapa mentari, mencumbui embun dan menetapkan hati. Untuk siapa hati ini? Apakah masih bertahan pada cinta yang sama, atau memutuskan untuk pergi dan menemukan cinta lain? (Sedetik waktu senja)

Kopi susu merupakan buku kedua dari Annisa Reswara dan merupakan diary-nya, karena sudah tertulis jelas dalam bagian pertama kopi susu (setelah halaman kata pengantar). Karena ini merupakan kisah nyata dari si Penulis, maka Penulis sekaligus tokoh utama dari cerita "Kopi Susu". Mind set aku karena Penulis merupakan seorang perempuan, maka cerita ini bercerita dari sisi si Perempuan ini. Tapi ternyata aku keliru, dalam cerita ini memunculkan tokoh pria (meskipun tidak kuat dalam cerita Kopi Susu") membuat sedikit bingung. Cerita tersebut muncul dalam bab "Cukup dengan Hati" yaitu menceritakan bagaimana seorang pria mulai jatuh cinta dengan seorang perempuan yang dianggap bukan perempuan idaman. Jika dibaca lagi, mungkin dimaksud si penulis, ingin menceritakan bagaimana awal mulanya jatuh cinta itu muncul dalam sisi si Pria.

Meskipun ini merupaka kisah percintaan, tetapi tidak ada kata cinta yang lugas dan langsung mengatakan "aku jatuh cinta kepadamu". Tetapi si Penulis mencoba membalut kisah cintanya dengan kata-kata yang tersirat dan menggunakan bahasa indah tetapi dapat dimengerti bagi orang awam seperti aku.

Bab Hening, akan membuat pembaca merasakan patah hati yang berbeda. Terdapat dialog yang sederhana tetapi dapat memunculkan emosi yang membuat nelangsa.

122 Halaman, aku kira akan menemukan full tulisan, ternyata tidak. Ada halaman yang hanya di tulis dengan satu kalimat, bermaksud untuk menciptakan efek drama dalam cerita "Kopi Susu". Jadi bacaan yang santai dengan sekali lahap.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar