Kamis, 24 September 2015

Astilbe : Kisah Cinta dan Kenangan yang Terlupakan

astilbe


Judul : Astilbe (kisah cinta dan kenangan yang terlupakan).

Penulis : Mufidatun Fauziyah.

Penerbit : de TEENS.

Tahun terbit : Oktober 2014.

Cetakan : Pertama, Oktober 2014.







Blurb :

Apakah takdir yang mempertemukan kami kembali?

Pemuda itu sangat menarik bagiku. Berbeda sekali dengan pemuda – pemuda yang pernah menjadi kekasihku sebelumnya. Bercanda mereka sangat kelewat batas, dan sering membuatku sakit hati. Sedangkan pemuda itu, bercandanya sangat unik. Bahkan melakukan hal yang tidak pernah dilakukan oleh orang – orang Denmark pada umumnya.

Pasti bahagia menjadi kekasihnya. Sayang, dia masih setia dengan kekasihnya. Padahal mereka sudah lama sekali tidak bertemu!

Ah! Aku ingin, sangat ingin menjadi kekasih pemuda itu.

Bagaimanapun caranya….

Namaku Astilbe Valdemar. Inilah kisahku bersama seorang pemuda bermata toska.


Resensi.

Jika dilihat dari blurb bukunya pasti langsung terbesit.. "Hmmm bukunya beda". Kalau sekarang masih banyak novel yang mengulas tetang kekayaan Indonesia, tapi novel Astilbe mengambil setting tentang Denmark. Sebenarnya bukan pertama ini baca novel dengan settingan luar negeri, tapi yang paling banyak mengambil setting di negera yang memang identik dengan keromantisan, kalau Denmark? Hmmmm... setelah aku baca novel ini, hmmm apa ya, hanya menonjol dalam sisi kebiasaan yang berbeda antara Denmark dan Indonesia, tapi untuk setting negera Denmark agar lebih menguatkan kesan romantis, menurutkan masih belum sedahsyat London, Paris, Jepang, Korea yang lebih dominan kalau untuk urusan romantis. Tapi cukup terkesan dengan Negara Denmark di novel ini, banyak bunga, gedung yang unik, kebiasaan yang bertolak belakang seperti di Indonesia.

"Kau bodoh! Membonceng seseorang itu ilegal!" sahutku sambil terkekeh. - halaman 223.
Ternyata, di Denmark kalau boncengan itu ileggal!

Novel romance yang tidak biasa, tokoh utama yang antagonis, tetapi nggak jahat - jahat amat, yaitu Astilbe gadis yang terlalu lambat dalam melakukan segala hal, dia anak yang baik, tetapi masa lalu yang selalu ditinggal kekasihnya karena sifatnya yang terlalu lemah dan lambat membuat Astilbe berubah menjadi wanita yang jahat, dengan cara merusak hubungan Villads dengan cinta pertamanya. Memperjuangkan Villads dengan cara yang salah.

Bahasa yang ringan karena tidak ada deskripsi yang terlalu muluk. Tetapi, untuk percakapan masih terasa Indonesianya, ketimbang Denmark, mungkin bisa sedikit menambahkan bahasa Denmark yang standar saja, misalnya bahasa Denmark untuk menyapa selamat pagi, siang, selamat tidur, atau apalah yang bisa mengesankan kalau di Denmark. Pembedaan percakapan antara Indonesia dengan Denmark hanya dibedakan dalam menyapa orang yang lebih tua, di novel ini kalau manggil orangtua langsung memanggil langsung dengan nama tanpa ada "tata krama".

Seperti yang dibilang pertama kali, ini novel ringan, tema percintaan yang memang sudah umum, konflik yang sudah bisa ditemui di novel lainnya, tapiiii ada sedikit kejutan kecil saat membaca, dimulai dari Pov, orang pertama tetapi berubah - ubah, seperti pada Bab 1 menceritakan menggunakan "Aku" tetapi sudut pandang tokoh Astilbe, pada Bab berikutnya, "Aku" dalam sudut pandang Villads. Kejutan yang lainnya adalah ending yang nggak disangka - sangka, ya bikin nyesek juga.

Konfliknya masih apa ya namanya, bukan usang, tapi semacam sudah umum digunakan untuk mengesankan lebih dramatis, yaitu menggunakan permasalahan hilang ingatan dalam salah satu tokoh di novel ini, bukannya agak gimana gitu kalau ada novel yang menggunakan hilang ingatan sebagai konflik utamanya. Karena menurutku, hilang ingatan harus ada penjelasan yang lebih tentang "Mengapa tokoh ini terkena amnesia?"

Tapi, keseluruhan, bisa dinikmati sekali tebas... sekali baca..

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Kalau begitu, lebih baik tidak ada pertemuan saja bila akhirnya dipisahkan. Lebih baik tidak berjumpa saja bila akhirnya dijauhkan. Lebih tidak ada cinta saja bila akhirnya terluka.-halaman 175-

Tidak ada komentar :

Posting Komentar