Rabu, 14 Maret 2018

Tahun terakhir Dena

Judul : Tahun terakhir Dena (sekali ini saja, aku tidak ingin jadi dena yang biasanya).

Penulis : Purba Sitorus

Penyunting : Muhajjah Saratini 

Cetakan : Pertama, 2018

Penerbit : Laksana

ISBN : 978-602-407-313-8




Review :

Pedoman rakyat jelata lulus lolos dari SMU Harapan

1. Enggak usah kecentilan pengin bergaul. Lupakan kehidupan anak SMU normal seperti di film – film.

2. Di tempat ini, guru – guru punya pengaruh setengah dewa. Pastikan mereka punya kesan positif.

3. Jauhi anak – anak popular. Sekali ditandai mereka, hidup rakyat jelata di SMU Harapan bakal runyam.




Pembukaan novel yang bikin senyum simpul, memang kan masa – masa SMU yang bikin berjuta rasa. Aku pernah berada di posisi Dena, untuk bertahan di lingkungan SMU nggak cukup hanya pintar saja, tapi harus bergaul dengan teman – teman, kalau nggak, bakalan tersisihkan, atau bisa jadi bahan bully.

Novel yang khas anak SMU, karena di novel ini mengulas secara dalam bagaimana perbedaan pergaulan anak yang popular dan rakyat jelata. Meski menggunakan PoV 1 yaitu aku (Dena), tapi penulis juga memberikan detail penggambaran kehidupan teman – teman popular, penggambaran tercipta misalnya saat Dena berada di ruang kelas, pembagian kelompok yang tentu saja anak popular ingin mendekati Dena karena ingin nilai mata pelajaran menjadi bagus. Ya, penggambaran tokoh dan penokohan detail dengan sudut pandang Dena, tentu saja.

Segala jenis komentar cerdas di kepalaku terhapus begitu saja. Aku tidak tahu ini sekedar bercanda atau Adit melempar sinyal tertentu. Tiba - tiba saja, Dena yang katanya jago membalik ucapan orang berubah jadi cewek gagu yang tidak tahu harus berbuat apa. (hal. 145)

Percintaan yang gemas – gemas merpati (eh jinak – jinak kan ya), aku kira bakalan klise, karena awal pertemuan Dena dan Adit, tidak sengaja gudang peralatan sekolah, nantinya bakalan ada kejadian yang menggetarkan jiwa, eh ternyata tidak begituuuu.. penulis menggiring pembaca untuk lebih menyelami betapa berbedanya kehidupan Dena di sekolah dengan kehidupannya di rumah. Lebih menyelami kehidupan teman – teman SMU Harapan, settingnya juga lebih banyak sekolah ketimbang setting yang lain.

Perubahan karakter pun ada, Dena anak yang terkadang menyembunyikan perasaan meski kesal dengan kehidupannya maupun kehidupan di SMU Harapan, namun tetap bersikap tenang dan “baik – baik” saja, bersahabat dengan Farah, dan peduli dengan nilai studynya. Sangat berubah ketika “berteman” dengan Aurel, dkk. Mulai memberontak, tidak menepati janji, bahkan menyakiti hati Farah. Ya, kehidupan SMU merupakan perjalanan mencari jati diri.

Percintaan yang tidak terlalu kental, dari novel ini merasa lebih menyelami arti persahabatan dan keluarga bagaimanapun kekurangannya, dan begitu banyak drama, bertahanlah, berjuanglah untuk kehidupannmu. All is well.





Sinopsis buku :

Tahun depan.

Tahun depan mimpi Dena harus terwujud. Ini tahun terakhirnya jadi siswa di SMU Harapan. Dena ingin beasiswa kuliah ke luar negeri, meninggalkan neraka ini.

Waktu gurunya bilang nilai sempurna saja tidak cukup, Dena kebat – kebut. Demi rekomendasi dari gurunya, dia rela melakukan apa saja. Termasuk mengajari Adit agar nilai matematikanya membaik.

Adit! Cowok bandeh tajir, dan suka bikin repot. Tapi ternyata kok seru juga bergaul dengan mereka. Dunia Dena jungkir balik. Untuk pertama kalinya, Dena tidak yakin dengan pilihan hidupnya.

Begitulah tahun terakhir Dena berlangsung. Tahun terakhir yang membuatnya memandang masa SMA dari sisi yang berbeda.

1 komentar :

moderasi dulu yaaa