Jumat, 10 Januari 2014

Immpossible : Ketika Duniamu Jungkir Balik

Koleksi Pribadi

Judul : Impossible
Penulis : Orinthia Lee
Penerbit : Ping!!!
Tahun terbit : Cetakan Pertama Oktober 2013.
ISBN : 978-602-279-016-7
Editor : Ara Philomina.
Desainer Cover : Agoes
Tebal : 195

Blurb (Endorsement) :

Jadi berasa balik ke SMA lagi baca buku ini, inget sama suka dekanya jadi ABG. Enaknya dibaca pas weekend, ditemani es cappucino dan muffin blueberry. (Nilan Suri, penulis novel camar biru).

Hidup nggak selalu seperti yang kita inginkan. Saat "yang nggak kita inginkan" itu datang, rasanya senang jika bisa melaluinya dengan baik. Novel ini mengajak kita untuk melihat diri kita sendiri dan mengenali potensi di dalamnya dengan gaya cerita yang remaja banget. (Hapsari Hanggarini, penulis novel Sapporo No Niji).

*****

Resensi :

Novel Impossible aku baca dengan sekali lahap, karena memang kalimatnya ringan tidak perlu kening berkerut karena diksi. Dengan gaya penulisan memang remaja banget. Konflik yang disajika khas seluk beluk remaja, tentang persahabatan, percintaan dan meraih apa yang diinginkan dengan perjuangan yang nggak gampang.

Konflik dimulai ketika Fay menghadapai persoalan pelik yang dilaluinya, yang disebabkan karena usaha Ayahnya mendadak bangkrut, hingga dunia Fay yang dulunya foya - foya, memiliki status sosial yang tinggi, dikelilingi teman - teman yang sekasta dengannya, fasilitas mewah yang didapatnya, tiba - tiba lenyap begitu saja.

Konfliknya memang ringan, yang bisa saja terjadi oleh remaja sekarang, ketika duni yang membuat kita nyaman, tiba - tiba berbalik 180 derajat, di situlah akan terlihat bagaimana kita menyikapi persoalan yang kita hadapi, dan bukan hanya Fay yang diuji dengan persoalan kebangkrutan yang dialami oleh Ayahnya. Namun, orang terdekat Fay juga menghadapi ujian ketika kehidupan Fay mendadak berubah. Hubungan kedua orangtuanya yang mulai kacau, teman - teman Fay yang menjauhinya, bahkan percintaan Fay yang berantakan. Memang sih novel ini sangat sarat pesan moral, namun tidak terkesan menggurui karena gaya penulisannya yang ringan dan khas remaja.

Hari ini, sepertinya aku dipaksa untuk mengubah pendapatku tentang dua orang sekaligus. Pertama tentang Pak Markus, kedua.. Tania. Dua orang yang tadinya sama sekali tidak aku anggap, ternyata malah bersikap baik padaku. (Halaman 129).
Menggunakan POV 1, kita akan melihat bagaimana Fay berjuang agar keluar dari permasalahannya. Yang membuat menarik, si penulis mengangkat seluk - beluk toko online yang memang sekarang lagi booming. Siapa sih yang nggak kenal toko online atau bahkan dari kita, memang pernah belanja di toko online. Mulai dari bagaimana membuat toko online, promosi hingga permasalahan yang dihadapi ketika menjalankan bisnis di toko online . Jadi, nggak perlu takut akan cerita yang itu - itu saja, karena sesuai dengan dunia remaja saat ini.

Penyelesaian konfliknya nggak seperti yang aku kira, happy ending meskipun dengan "rasa" yang berbeda. Nggak selamanya orang yang berada di sisi kita akan setia bersama kita ketika kita mengalami kesulitan. Berharap nih akan ada sekuel yang kedua, yang lebih membahas Fay dan Felisha, kan mereka seperti rival gitu, musuh dalam selimut. Pengin lihat bagaimana konflik yang melibatkan Fay dan Felisha. Geleng - geleng kepala, kok bisa ya sahabat seperti Felisha, tega melakukan itu semua ke Fay. Penasaran? Yuk baca sendiri novel Impossible dan rasakan duniamu ketika jungkir balik.


11 komentar :

  1. Bagus juga ada novel yang menampilkan bagaimana cara yang baik untuk menyikapi masalah kehidupan buat remaja. Supaya remaja kita pelan2 dikasih pemahaman bahwa di dunia ini sesungguhnya banyak masalah. Kan banyak tuh remaja yang sukanya senang2 saja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya novelnya bahasanya ringan khas anak remaja

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. konflik remaja hny permaslhn diluar, pdhl klo dirmh mkn disuapin... hehehe...

    kunjungan pagi... http://citramediatica.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini permasalahan tentang keluarga :)

      Hapus
  4. waah abis sekali lahap itu berapa lama mbak? hehe.. saya nggak betah baca berlama2, paling banter 1 jam

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau malem biasanya langsung habis :D

      Hapus
  5. Halo, Sari :D
    Makasih banyak, ya udah baca dan memberikan review yang cantik banget.

    Orin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah makasih juga udah datang di blogku ^^

      Hapus
  6. Iya bagus nih novel sekaligus teman remaja berbagi kisah...adasolusi pula...👍

    BalasHapus
  7. oooo~ manggut2 baca resensinya

    BalasHapus