Kamis, 30 Januari 2014

Scarlet Love Song : Biarkan Hati yang Memilih

koleksi pribadi


Penulis : Ghyna Amanda Putri
Penerbit : DIVA Press
Tahun : cetakan pertama, Agustus 2013
Halaman : 206 halaman.
ISBN : 978-602-255-176-8


Blurb : 
Nicholas Lothaire dan Arthem Seravine, kakak beradik seibu ini sepertinya ditakdirkan untuk berada dalam pusaran cinta yang sama. Gadis yang disukai Arthem akan mengejar Nicholas, dan kemudian Nicholas akan mengacuhkan gadis itu.

Namun, tidak kali ini. Scarlet Violans adalah gadis yang berbeda. Seperti kata Arthem saat mengenalkannya kepada Nicholas. Sekalinya ia jatuh hati pada seorang, Scarlet akan mengejarnya. Ketika ia mengatakan jatuh cinta kepada Nicholas, lelaki itu tidak akan mengacuhkannya, malah menertawakannya. Begitulah hingga ketiga kalinya Scarlet menyatakan perasaannya : Nicholas pun akhirnya mencoba membuka perasaannya pada Scarlet.

Perlahan, Scarlet mengajarkan apa makna cinta sebenarnya kepada Nicholas. Namun, waktu yang Nicholas butuhkan ternyata terlalu lama. Scarlet mulai ragu, ia tiba - tiba takut bahwa segala perhatiannya selama ini dapat membuat kekasihnya itu kesal padanya dan berpaling kepada gadis lain.

Hubungan kedunaya akhirnya merenggang. Melihat keadaan tersebut, Arthem kemudian masuk di antara mereka, mengambil kesempatan untuk mendapatkan gadis pujaan hatinya kembali. Arthem seolah ingin membuktikan pada Nicholas bahwa ia lebih layak untuk gadis ini karena dirinya bisa mengulang jutaan kali kata cinta yang Scarlet harapkan.

Resensi : 
Dengan desain sampul yang sederhana yaitu warna putih dan merah yang dominan, aku pikir ini merupakan novel remaja yang bertema cinta segitiga (kakak - adik berebut cinta si cewek). Ternyata, setelah membaca habis novel ini, bukan novel remaja, melainkan novel dewasa meskipun adegan sentuhan masih batas normal.

Ketika membaca halaman pertama hingga (mungkin kurang lebih) lima halaman masih sukar untuk dicerna, karena memang menggunakan bahasa asing dan tidak ada catatan kaki. Yang membuat sukar karena nama, sapaan, atau tempat yang kadang - kadang dicetak miring, kadang tidak. Barulah setelah bab berikutnya sudah bisa meraba - meraba apa maksudnya. Memang, ketika menggunakan bahasa asing terasa lebih wah atau lebih keren, tetapi kalau tidak ada catatan kaki, terasa buta seketika dan akhirnya meraba - raba sendiri. Pertama di pikiran, mungkin novel ini konsisten untuk tidak menggunakan catatan kaki. Namun, di halaman 134 barulah terdapat catatan kaki yang menjelaskan apa itu a petit four. Yaitu potongan kecil sponge cake berbentuk kotak yang bagian atasnya hiasi oleh icing. Dan hanya itu saja catatan kakinya.

Segi cerita memang menarik, yaitu cinta segita antara dua laki - laki (kakak dan adik) dengan satu wanita. Yaitu Nicholas yang seorang kondaktur yang mencintai musik klasik, tiba - tiba merasakan perasaan yang aneh ketika melihat Scarlet si gadis yang dikira masih berusia lima belas tahun padahal umurnya delapan belas. Scarlet bersama dengan Arthem (adik Nicholas) menghadiri pertunjukkan orkestra yang dipimpin oleh Nicholas. Pertemuan itulah yang menjadi awal dari konflik. Karena, Scarlet tiba - tiba merasakan cinta ketika bertemu dengan Nicholas dan mengungkapkan rasa cinta itu. Memang tak mudah mengejar Nicholas yang tampak luar begitu dingin, dari pertemuan ke pertemuan yang lainnya, Nicholas hanya tertawa dan menganggap Scarlet hanya fans yang fanatik. Namun, ketika pertemuan yang ketiga, Nicholas mencoba menjalani hubungan dengan Scarlet yang pada akhirnya menimbulkan rasa cemburu kepada Arthem. Karena Arthem yang pertama kali bertemu dengan Scarlet (Scarlet merupakan fans dari Arthem yang menggeluti dunia musik yang beraliran pop).

Mengerutkan dahi ketika Scarlet yang terlebih dahulu mengatakan cinta dan secara menggebu - gebu perasaan cinta Scarlet kepada Nicholas, apalagi Scarlet rela mengejar (atau mungin membuntuti) Nicholas ke Jerman karena saat itu Nicholas melakukan perjalanan tur musiknya. Aku kira novel ini cinta segitiga yang berarti kedua kakak - beradik itu jatuh cinta kepada si wanita. Eh, ternyata si wanita itu (Scarlet) yang jatuh cinta kepada Nicholas, kemudian Artehm merasa cemburu, karena Arthem lah yang cinta terlebih dahulu kepada Scarlet.

Lama - kelamaan Scarlet merasakan kebimbangan setelah berpacaran dengan Nicholas yang tak pernah mengatakan apakah Nicholas benar - benar jatuh cinta kepadanya atau hanya merasa kasihan. Karena kebimbangan dan Scarlet juga merasa tertekan karena berhubungan dengan dunia artis, pengusaha, dan kehidupan yang mewah dan juga serangan media yang mengungkit masa lalu Nicholas dengan seorang wanita lain. Kebimbangan yang dialami Scarlet merupakan kesempatan untuk Arthem agar membuktikan bahwa dirinya yang pantas bersanding dengan Scarlet.

Novel ini memang novel perdana dari si penulis, meskipun novel dewasa identik dengan bahasa yang indah. Namun, novel ini menggunakan bahasa yang ringan. Penyelesaian masalah tidak Happy ending dan hidup bahagia selamanya, karena diceritakan Arthem tidak begitu saja melepaskan Scarlet.


Mungkin ketertarikan itu sama besarnya seperti ketika seorang bajak laut menemukan harta terpendam. Harta itu begitu berharga hingga ia ingin mengetahui berbagai cara untuk bisa mendapatkan harta tersebut, dan kemudian melindunginya. (halaman 85).

9 komentar :

  1. Membaca reviewnya... aku jadi gak tertarik utk membaca novel itu deh. Bukan jenis novel yang aku suka. Makasih sudah share reviewnya...
    BTW ini blog baru ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Maaaak... ini blog baruuuuu khusus buat resensi :D

      Hapus
  2. wah lengkap ulasannya mbak? jadi malu sama diri sendiri kalau posting cuma sekilas.

    BalasHapus
  3. ulasannya komplit....bule banget namanya ya hehhe

    BalasHapus
  4. lengkap bgt ulasannya mbak...udah lama gak baca cerita kayak gini...

    BalasHapus
  5. settingnya gmn mba? bagus atau cmn tempelan aja?

    BalasHapus

komennya dimoderasi dulu ya :)))