Kamis, 21 Mei 2015

Nias : Penyelamat Berkalung Matahari

Nias (Koleksi pribadi)

Judul : Nias (Penyelamat Berkalung Matahari).

Penulis : Ghyna Amanda Putri.

Editor : Itanov.

Cetakan : Pertama, Juni 2014.

Halaman : 260 halaman.

Penerbit : de TEENS.

ISBN : 978-602-7968-84-4







Blurb ;

Nias, tempat dengan deburan ombak terbaik nomor dua setelah Hawaii itu menjadi tempat pelarian Kaho dari suaminya yang selingkuh. Ia ingin merasakan deburan ombak tinggi untuk berselancar. Tanpa sengaja, ia menemukan guide dadakan bernama Java. Java berjanji membuat Kaho menyukai budaya.

Akhirnya, Kaho malah lebih tertarik untuk membuktikan keberadaan para kanibal di Desa Gomo. Saat itu, Surya suami Kaho, menelepon untuk menanyakan keberadaannya. Lantaran khawatir, Surya menyusul Kaho ke Nias. Belum bertemu Kaho, ia justru mendapatkan adiknya, Lintang, yang hilang akibat gempa dan tsunami delapan tahun lalu. 

Cerita yang manis, twist yang tak terduga, dan...

Selamat membaca!


Resensi ;

Perubahan kehidupan yang cukup drastis dialami Kaho saat menikah dengan Surya, lelaki yang sangat dicintai oleh Kaho. Kaho yang terbiasa oleh kegiatan berselancar, menantang deburan ombak, berubah menjadi Ibu rumah tangga, apalagi pernikahannya dengan Surya tak begitu lancar karena Surya terlihat bersama wanita lain. Kaho memberontak, ingin menikmati kehidupannya yang dulu, bebas dan menyatu dengan ombak. Kaho memutuskan untuk pergi dari rumah menuju Nias, surga dengan ombaknya yang indah. Sebenarnya, saat ke Nias, Kaho menyewa guide, namun nasib berkata lain, guide yang telah disewa oleh Kaho malah tidak muncul saat hari pemberangkatan, terpaksa Kaho memulai perjalan tanpa guide. Petualangan dimulai, saat Kaho bertemu dengan Java, pertemuan yang tak disengaja, yaitu Java yang dikira sebagai pencuri "pakaian dalam" Kaho, malah membuat mereka membuat kesepakatan agar Java bersedia menjadi pemandu Kaho, selama di Nias. Tenu saja, rahasia terbesar antara Kaho dan Surya ada pada diri Java.

Novel "Nias : Penyelamat Berkalung Matahari" merupakan salah satu novel dengan tema "Travelove" yang diterbitkan oleh penerbit de TEENS. Novel Travelove yang mengambil unsur lokal. Pada awalny saat melihat  cover novel ini, pasti bercerita tentang loncat batu yang terkenal di Nias. Tetapi, setelah membacanya, novel ini lebih mengeksplore apa yang ada di Nias, tapi tetap menonjolkan pantai.

Konflik dimulai dengan adanya perubahan dari tokoh, yaitu Kaho yang melihat Surya bersama wanita lain, ditambah kehidupan Kaho yang dulu bebas menjadi Ibu rumah tangga seutuhnya. Selain itu, konflik juga berada pada sosok Java yang ditengarahi sebagai adik Surya, namun menjadi rumit ketika Java mengungkapkan cinta kepada Kaho.

Alur yang digunakan menggunakan alur campuuran. Pada bab pertama, pembaca akan disuguhkan cerita masa lalu keluarga Surya yang terkena musibah, kemudia alur maju (saat Kaho dan Surya menikah) dan pada bab lainnya kembali ke masa lalu saat Java diselamatkan seseorang dari tsunami.

"Tak kuingat bagaimana wajahnya. Hanya sebuah kalung berbentuk matahari yang kini ada bersamaku." - halaman 11.
Meskipun bertema Travelove, tapi memaknai cinta dalam arti luas, cinta dengan pasangan (Kaho - Surya), cinta dengan alam (Kaho dengan keindahan pantai), cinta dengan budaya (Kaho dengan budaya Nias yang selalu membuatnya terkagum dan ingin selalu kembali), cinta dengan sesama (Kaho sebagai salah satu relawan PMI yang menyelamatkan korban tsunami). Tenang, novel ini tidak akan menawarkan cinta yang menye - menye atau mendayu - dayu, melainkan cinta secara universal.

 Novel travelove, tak lengkap rasanya jika tidak mengeksplor lebih dalam tentang Nias. Karena buku ini merupakan novel bukan buku perjalanan, maka tidak  seperti peta berjalan yang secara terus - menuerus menceritakan budaya maupun pesona alam Nias. Si penulis juga menyisipkan beberapa konflik kecil, seperti pada saat Kaho mengunjungi desa Gomo yang terkenal dengan penduduk kanibal, dan ketika itu Surya berusaha untuk menguhubungi Kaho melaui handohone, ternyata yang menjawab adalah Java, karena Java tidak suka dengan Surya yang selalu mengganggu Kaho, Java menakuti Surya jika Kaho dikerumuni oleh orang Gomo.

"Aku tidak tahu, sih, di mana Tsuki. Tapi, kalau Sitagi, dia sedang dikerubuni orang - orang Gomo." - halaman 94.
Kelebihan dari novel ini adalah deskripsinya, seolah - olah kita benar - benar diajak ke Nias, tak hanya tentang alam, namun juga budaya, bahasa dan kebiasaan masyarakat sekitar. Novel ini, merupakan novel kedua dari Ghyna yang aku baca. Amat sangat beda dengan novel pertama yang hanya fokus ke konflik (menurut saya). Tapi, novel Nias ini menggiring bagaimana karakter beberapa tokoh, deskripsi yang sepertinya dikerjakan dengan amat serius. Setiap judul perbab menggunakan bahasa Nias, tentu saja ada terjemahannya.

Tapi, sayangnya karena ingin menggunakan twist di ending ceritanya, kurang halus dalam eksekusinya. Entah kenapa saat saya baca hingga akhir masih ada yang mengganjal, karena clue yang disebar sepertinya kurang greget. Ya! Pemecahan masalah adalah Surya memiliki adik kembar! Ya ampun, nggak rela kalau "hanya" seperti itu endingnya.



Aku beri 3 bintang dari 5 bintang.

4 komentar :

  1. Hmm, mungkin karena cluenya sebarannya tidak rata. Jadi terkesan tahu2 ada penyelesaian ini gitu ya, mba?

    BalasHapus
  2. terimakasih infonya,,
    sangat menarik dan bermanfaat,,

    BalasHapus

komennya dimoderasi dulu ya :)))