Kamis, 01 Januari 2015

A Girl Who Loves A Ghost.

A Girl Who Loves A Ghost.


Penulis : Alexia Chen.

Penyunting : Shalahuddin Gh.

Halaman : 551 halaman.

Penerbit : Javanica.

Tahun terbit : Cetakan 1, November 2014.

ISBN : 978-602-70105-4-3.


Blurb : 

"Kenyataan bahwa aku bukan lagi menjadi bagian dari dunia ini nyaris menghancurkanku. Jiwaku perlahan rusak oleh dendam dan amarah, hingga gadis itu muncul dan menemukanku."

"Apa yang akan kau lakukan jika kau ternyata melihat sesuatu yang sebenarnya tidak nyata? Seperti misalnya, sesosok hantu berparas tampan? Bagaimana reaksimu seandainya kau terlambat menyadari bahwa kau telah jatuh terlalu dalam untuk bisa menemukan jalan kembali? Manakah yang lebih bijaksana, mengarungi neraka demi sebuah akhir yang bahagia ataukah menyerah dengan melepaskan? Apa yang akan kau lakukan jika kau jadi aku?"




Resensi:


Kehidupan Aleeta jones – gadis blesteran Indonesia dan Amerika – mendadak berubah karena kehadiran Nakano Yuto, seorang pria dengan wajah tampan layaknya actor Jepang lainnya. Mereka berdua tidak saling kenal, namun pertemuan yang tak terduga, memiliki sebuah alasan, bahkan misi penting. Yuto meminta kepada Aleeta untuk membantunya, mencari adiknya yang pergi tanpa pamit, menyelamatkan perusahaan keluarganya, dan menangkap para gerommbolan penjahat yang telah membunuhnya. Iya, Yuto telah dibunuh! Yuto seorang hantu! tepatnya arwah penasaran. Keputusan yang diambil Aleeta untuk membantu Yuto yang sama sekali tidak dikenalnya memang terasa berat, dan tentunya sedikit paksaan dari Yuto. Karena hanya Aleeta yang dapat berkomunikasi, melihat bahkan menyentuh Yuto! Perjalanan yang diambil Aleeta untuk membantu Yuto memang tidak gampang, bertemu dan masuk ke dalam keluarga Yuto, menemukan adik Yuto yang pergi meninggalkan rumah karena konflik percintaan dengan Yuto sendiri, bahkan gerombolan penjahat berbalik mengejar dan merencanakan untuk membunuh Aleeta karena Aleeta berusaha mengungkapkan siapa dalang di balik semua ini. Semakin Aleeta masuk ke dalam kehidupan Yuto, semakin besar rasa cintanya, pun dengan perasaan Yuto kepada Aleeta meskipun mereka berdua menepisnya karena tak mungkin bersama.

A Girl Who Loves A Ghost merupakan novel yang ditulis oleh Alexia Chen. Dilihat dari cover buku dan judulnya sudah tampak lugas bahwa buku ini menceritakan tentang kehidupan seorang arwah penasaran, apalagi saat membaca “tentang pengarang” di halaman belakang novel ini. Alexia Chen tertarik dengan segala hal yang misterius dan supernatural, novel ini memang berasal dari passion si penulis. Jujur saja, novel yang memiliki 551 halaman butuh perjuangan keras untuk menyelesaikannya. Di dalam lemari buku koleksiku, kebanyakan novel – novel tebal merupakan novel terjemahan dan novel fantasi, dan novel A Girl Who Loves A Ghost merupakan novel tebal Indonesia pertama yang aku miliki. Membutuhkan beberapa hari untuk menyelesaikannya, jika novel ini dibuat menjadi beberapa sekuel, menurutku akan lebih mengundang penasaran.

Membaca novel ini seakan melahap beberapa genre sekaligus, ada nuansa Thriller, romance dan juga balutan komedi yang semakin bikin gemas. Siapa yang gak jatuh cinta kepada karakter Yuto, berwajah oriental, tinggi, kaya raya, cuek, egois, pemarah, namun dibalik itu semua dia merasa kesepian dan memiliki sikap hangat kepada orang yang dicintainya, bertemu dengan Aleeta Jones yang cenderung memiliki sikap spontan terkadang ceroboh, memiliki bakat istimewa dan juga Aleeta merupakan gadis pemberani, lebih berani dari yang ia pikirkan. Bisa dibayangkan bukan, bagaimana Aleeta dan Yuto bekerjasama? Karakter yang bertentangan namun saling melengkapi, dan semakin menepis perasaan jika mereka saling menyukai satu sama lain.

“Aleeta Jones, memangnya itu bukan namamu?” Nadanya mengejek. “Kalau jadi kau, aku tidak akan memilih nama norak seperti itu.”
Mulutku menganga lebar. “Aku tidak mengizinkanmu menghina namaku!”
Yuto mengangkat bahu, tidak tampak menyesal.
-halaman 45-


Meskipun novelnya terbilang cukup tebal, namun penulis mampu membangun konflik. Iya, menurutku yang paling menonjol dalam novel ini adalah konflik, berasa seperti dicampur aduk. kapan pembaca merasa greget karena sikap Yuto yang arogan, kapan merasa menegangkan saat Aleeta berada di villa penjahat, kapan merasakan romantic saat hubungan Aleeta dan Yuto semakin mesra, kapan merasa “jijik” dan ngeri karena Yuto menmpilkan sosok aslinya berupa mayat yang penuh dengan luka dan darah yang berceceran beserta bau amis. Dan juga merasakan haru saat semuanya harus saling merelakan dan melepaskan. Rasanya, saat membaca novel ini emosinya berhasil dicampur aduk.

Lima lubang warna merah tua di bagian dada kelihatan masih basah. Darah merembes keluar dan mengotori hampir seluruh bagian depan kemeja. Di lengan atas sebelah kanan, sebuah luka lain juga terus meneteskan darah, mengalir menuruni sepanjang lengannya dan menetes ke lantai.
Halaman 510.

Tapi, sedikit kurang maksimal saat penggambaran settingnya, terutama setting tempat, untuk membayangkan setting tempat, aku masih menerawang, meskipun dituliskan jika berada di bandung, di Jakarta, maupun di Semarang. Menurutku sebagai pembaca, agak setengah – setengah sih untuk menjelaskan jika novel ini novel dengan setting Indonesia. Akan lebih terasa “feel-nya” jika benar – benar bersetting luar negeri, karena kedua tokoh Aleeta dan Yuto merupakan keturunan Amerika dan Jepang. Jika penulis menggali lebih dalam tentang tempat asing (misalnya Hutan, kafe, sekolah, lapangan basket, villa, tempat pemakaman) di Negara lain pasti lebih epic!

Selain itu, ternyata POV didalam novel ini juga menarik, pertama membacanya POV mengguanakan aku (Aleeta Jones) tetapi beberapa halaman juga menggunakan POV aku (Yuto). Tidak perlu bingung kapan menggunakan POV Aleeta atau Yuto, karena POV bagian Yuto sudah ditandai dengan “Yuto” saat cerita menggunakan POV Yuto.

Di dalam novel ini juga tidak terlalu mengeksplor tentang Hiro yang menjadi salah satu konflik, mengapa Hiro pergi dari rumah, dan tiba – tiba saja pulang ke rumah. Atau mengapa Hiro tidak cepat – cepat mengubungi Aleeta dan ikut membantunya. Karena semua penyelesaian masalahnya tertumpu pada Aleeta Jones, semua masalah diselesaikan secara sempurna dengan Aleeta Jones, meskipun Aleeta memiliki kekuatan supranatural dan dibantu oleh Qi Yue (nenek buyut Aleeta sekaligus pelindung Aleeta) setidaknya ada peran yang berarti oleh Hiro untuk menyelesaikan persoalan, apalagi Hiro dan Yuto merupakan saudara kembar, hubungan mereka sangat kuat bukan.

Meskipun cerita fiksi, penulis tidak lupa menyisipkan beberapa fakta, seperti : Yuto merupakan arwah penasaran, meskipun secara fisik, Yuto merupakan pemuda tampan, tetap saja dia merupakan arwah penasaran yang bisa merasuki tubuh orang, bagaiman Yuto bisa memegang Aleeta yaitu dengan cara “menghisap” aura negatif Aleeta, dan juga bagaiman Aleeta bisa mendapatkan kekuatan supranatural, yaitu dari nenek buyut.

Semoga ini merupakan novel sekuel, karena masih banyak teka – teki khususnya apa yang dikatan oleh Qi Yue bahwa Yuto dan Aleeta merupakan jodoh! Dan aku ingin sekali melihat Hiro mengambil peran banyak dalam cerita berikutnya.

1 komentar :

  1. wiiih, syereem. ditampilkannya wajah pas jadi mayat ya. kalo baca pas malem sendirian gimana itu. >.< kalo baca yang horor ginian jadi inget ada drakor yang ceweknya hantu juga, cuma ga serem. jadi awet nonton sampe kelar.

    BalasHapus

komennya dimoderasi dulu ya :)))